Stop Framing Menyesatkan! PW GPA DKI Tegaskan Pernyataan Zulhas Dipelintir dari Konteks Aslinya

JAKARTA 21 NEWS

- Redaksi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:44 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GPA) Provinsi DKI Jakarta melalui Ketua, Dedi Siregar, mengkritik beredarnya potongan video dan pemberitaan yang dinilai memelintir pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, terkait pertanian sewasembada pangan

Menurut Dedi Siregar, narasi yang berkembang seolah-olah Menko Pangan menyampaikan bahwa “kalau menanam padi tidak untung, tinggal tanam sawit” merupakan penggalan pernyataan yang dilepaskan dari konteks utuh sehingga berpotensi menyesatkan opini publik.

“Publik harus mendapatkan informasi secara utuh, bukan berdasarkan potongan video yang dipisahkan dari konteks pembahasannya. Menyampaikan informasi secara parsial dapat menimbulkan kesalahpahaman,” ujar Dedi Siregar.

Ia menjelaskan bahwa dalam penjelasan lengkapnya, Zulkifli Hasan justru menegaskan arah kebijakan pemerintah saat ini adalah mewujudkan swasembada pangan sebagai prioritas nasional. Menurutnya, Menko Pangan membandingkan kondisi pada era reformasi yang lebih mengedepankan mekanisme pasar dengan kebijakan pemerintahan saat ini yang berfokus pada penguatan produksi pangan dalam negeri.

“Pesan yang disampaikan sangat jelas, yakni swasembada pangan merupakan prioritas yang harus diperjuangkan karena berkaitan dengan kemandirian dan ketahanan bangsa. Pernyataan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai ajakan agar petani meninggalkan komoditas padi untuk beralih ke sawit,” tegasnya.

Dedi menilai bahwa di era digital, setiap pihak memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi secara utuh dan proporsional. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, namun penyampaian informasi hendaknya tidak menghilangkan konteks yang dapat mengubah makna pernyataan seseorang.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dengan mencari sumber informasi yang lengkap sebelum menarik kesimpulan.

“Saat ini masyarakat Indonesia sudah semakin cerdas. Mereka tidak mudah percaya hanya pada potongan video berdurasi singkat atau narasi yang tidak utuh. Publik mampu menilai mana informasi yang disampaikan secara lengkap dan mana yang telah dipelintir,” katanya.

PW Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta berharap ruang publik diisi dengan diskusi yang sehat dan berbasis fakta sehingga perdebatan mengenai kebijakan strategis pemerintah, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, dapat berlangsung secara objektif dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi. Namun, demokrasi yang sehat harus dibangun di atas informasi yang utuh, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan melalui potongan-potongan narasi yang berpotensi menyesatkan,” tutup Dedi Siregar. (*)

Berita Terkait

Banjir Menggenangi Aceh, Kritik terhadap Mualem Makin Keras, Publik Tuntut Transparansi Keberadaan Gubernur
DPP LPPI : Jangan Potong Fakta Hukum, Putusan Pengadilan Tak Buktikan Budi Arie Terlibat Soal Judi Online
Pengamat sebut Pembentangan Bendera Identitas di Samarinda adalah Aspirasi, Bukan Otomatis Gerakan Separatis
PW GP Al Washliyah Apresiasi BNN dan Polri Ringkus Gembong Narkoba di Kampung Bahari: Kado Nyata Kemerdekaan
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Prabowo Tugaskan Berbagai Elemen Kementerian Pertanian Pekerjaan Umum Sosial Atasi Kemarau Langka Air Akibat Hutan Higrasi!!
VIRAL! PUBLIK KEPO JELANG 17 AGUSTUS ISTANA RI — Mahasiswa USU Ahli Gizi & Pengobatan Gratis, Bedah Buku Internasional di UI: Anak Desa dari Rp70 Ribu Rupiah Kini Jadi Referensi Akademik Dunia
Publik Apresiasi Kapolres Cimahi dan Jajaran, Ungkap 506 Ribu Obat Keras dalam 10 Hari
Empat Tahun Bersama Kapolri Jenderal Listyo, Agus Flores Klaim FRN Hadirkan Ratusan Ribu Masyarakat dalam Aksi Sosial

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:12 WIB

Menjelang HUT Indonesai ke-81, Korban Pencurian di Pancur Batu yang Jadi Tersangka Setelah Disuruh dan Didampingi Polisi Tangkap Maling Kembali Tagih Janji Kapolrestabes Medan!!

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:49 WIB

Janji Kapolrestabes Medan Menyelesaikan Kasus Viral Korban Disuruh Polisi Tangkap Maling Jadi Tersangka Hanya Tinggal Janji, DPR RI Diminta Berikan Keadilan Bagi Masyarakat Kecil

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Bulog Sumut Tingkatkan Distribusi Beras SPHP dan Perkuat Pasokan Beras Premium untuk Jaga Stabilitas Harga

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:50 WIB

The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Berita Terbaru